Tips Mencari Vendor Elearning

Tips Mencari Vendor Elearning

Mencari vendor elearning di Indonesia untuk pengembangan kursus bagi karyawan Anda bukanlah hal mudah.

Meski banyak MOOC yang menyediakan materi pembelajaran yang bisa dinikmati oleh karyawan kapanpun dan dimanapun, pembuatan custom elearning masih tetap di anggap penting karena perusahaan bisa menjaga value organisasi untuk tetap sejajar dengan materi.

Untuk itu, memilih vendor yang tepat untuk pengembangan elearning menjadi hal mutlak.

berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan sebagai pertimbangan bagi Anda dalam memilih vendor elearning

1. Berpengalaman

Cek apakah vendor elearning Anda berpengalaman di bidangnya, mengetahui seluk beluk pengembangan elearning, sejauh mana pengetahuan mereka mengenai desain instruksional, teknologi pengembangan elearning siklus pengembangan hingga aspek teknis yang Anda butuhkan.

Kursus yang akan Anda kembangkan akan ditargetkan untuk subjek tertentu, untuk itu Anda juga harus mempertimbangkan apakah vendor Anda dapat memecahkan masalah dan studi kasus yang Anda berikan.

2. Portfolio

Rekam jejak vendor memberikan gambaran yang baik bagi Anda untuk mempertimbangkan kelayakan kerjasama Anda nantinya, tanyakan vendor Anda untuk menunjukkan demo atau kursus sebelumnya yang pernah dibuat kepada Anda.

3. Transparan

Seringkali vendor elearning disalahkan karena kurangnya transparansi dalam perkembangan proyek yang dijalankan, Vendor Anda harus mau membagikan informasi proyek kepada Anda seperti siklus pengembangan yang digunakan, timeline yang disepakati, kendala yang dihadapi saat proses pengembangan sehingga Anda dapat ikut andil dalam meninjau dan mengatasi masalah saat jalannya proyek, sehingga proyek dapat segera diselesaikan dengan baik.

4. Mampu memahami konsep yang sulit

Beberapa kursus yang harus Anda kembangkan mungkin saja memiliki konsep yang sulit. Untuk itu vendor Anda harus dapat dengan cepat memahami konsep itu dan menjelaskannya dengan konsep yang lebih sederhana karena ini berkaitan dengan kemungkinan tercapainya tujuan pembelajaran nantinya.

5. Minta prototype kursus

Seringkali, klien menerima file final yang ternyata tidak cocok sehingga harus dirombak ulang dan mengulang proses pengembangan, sehingga akan lebih baik jika Vendor memberikan prototype (purwarupa) terlebih dahulu sehingga dapat menjamin level fungsionalitas dan usability bagi kursus yang akan dibuat.

6. Minta Penawaran Sebelum Memulai

Anda mengerti kebutuhan budget Anda, minta penawaran dan sesuaikan dengan kebutuhan budget Anda. Vendor yang baik pun akan menyesuaikan jenis proyek yang bisa di kembangkan dengan budget Anda yang biasanya berkaitan dengan isi konten, jenis strategi instruksional yang digunakan, teknologi yang dipakai, dan lain sebagainya.

Penutup

Pengembangan elearning yang tepat memberikan peningkatan produktifitas yang signifikan.

Sebagai vendor elearning dan penyedia jasa training di Indonesia, kami menyediakan kebutuhan lengkap bagi pengembangan karyawan Anda seperti konsultasi, program training inhouse dan pengembangan elearning dengan SME (Subject Matter Expert) yang tersertifikasi dengan pengalaman di atas 10 tahun di bidangnya untuk mendukung program HR, HC dan L&D di perusahaan Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *