Dbeyond Kreatika Indonesia

Program L&D dari perusahaan terbaik yang bisa Anda contek

Sebuah riset dari universitas Pensylvania menemukan bahwa Bisnis yang menginvestasikan 10% revenue untuk Capital Improvement hanya berhasil meningkatkan produktifitas karyawan sebesar 3.9%. Namun jika anggaran yang sama dialokasikan untuk pengembagan SDM, maka akan meningkatkan produktifitas dengan sangat signifikan bahkan hingga 8.5%

Dari hasil temuan di atas, kita jadi setuju pendapat berikut

“Berinvestasi pada Karyawan Anda Adalah Keputusan Bisnis Paling Cerdas yang Dapat Anda Buat.”

  – Part Misra

Untuk itu sejumlah upaya banyak dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan tingkat engagement karyawannya, begitupun Perusahaan-perusahaan dunia melalui tim HCM, HR maupun L&D yang membuat ide-ide brilliant untuk mencapai goal tersebut, membuat mereka tak hanya antusias dalam bekerja melainkan juga dengan suka rela menyalurkan ide-ide kreatif demi kemajuan perusahaan yang akhirnya mampu meningkatkan kredibilitas dan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda.

 

“To win in the marketplace you must first win in the workplace.”

  – Doug Conant, CEO of Campbell’s

 

Nah, berikut adalah contoh program-program brilliant dari perusahaan top dunia yang mungkin bisa Anda adaptasi ke perusahaan Anda.

 

Google’s G2G Program

Google dikenal sebagai raksasa internet, hampir semua produk google mampu menguasai pasar, seperti Search Engine yang merupakan produk utama google yang menguasai 92.86% market share

Sumber: http://gs.statcounter.com/search-engine-market-share

 

Bahkan kata Google berhasil masuk di Oxford Dictionary sebagai kata kerja, saking populernya.

Belum lagi produk lainnya seperti Android yang menguasai 74.45% pasar global dibanding OS lainnya.

Hal itu dicapai berkat produktifitas karyawannya yang bekerja dengan fun dan budaya perusahaan yang kuat.

 

Lalu, bagaimana mereka melakukannya?

Ternyata, L&D Google memiliki program bernama Googler-to-Googler, sebuah program training yang memanfaatkan pendekatan Peer Learning yang terbukti efektif.

 

Sekarang, 80% kebutuhan training di google disokong oleh kegiatan G2G. G2G’ers (sebutan bagi sukarelawan) akan memberikan waktunya untuk rekan googler dengan berbagai cara seperti membuka kursus, mentoring 1:1 bahkan mendesain material pembelajaran.

Kelas-kelas popular berkaitan dengan keterampilan umum professional seperti Negotiation Skill & Leadership, juga Role-related skill seperti coding dan sales juga dapat dilakukan oleh g2g’ers.

Kunci sukses google adalah:

 

“percaya pada mereka untuk melakukan pekerjaan besar, beri mereka alat yang mereka butuhkan untuk melakukannya dengan baik, bantu mereka memahami bagaimana itu terhubung dengan gambaran besar, dan kemudian menyingkirlah dan saksikan keajaiban terjadi.”

  – Sarah Deveraux, Head of Executive Development Programs Google

 

Dalam program G2G terdapat sebuah program microlearning bernama Whisper Course yakni serial email yang berisi saran sederhana atau “bisikan” ke manager untuk mencoba pertemuan tim atau pertemuan satu-satu ke anggota tim.

 

Selama 10 minggu, manager dapat membangun keamanan psikologis yang lebih baik pada tim mereka dengan menerapkan saran-saran yang diberikan

Contoh email ke series untuk “whisper course” manager (sumber)

Sekitar 95% peserta yang telah menerima kursus tersebut menunjukkan indikasi bahwa mereka akan merekomendasikan whisper course ini kepada sesame googler.

 

Improv Training di ZapposU

Zappos dikenal memiliki Customer Servie terbaik di dunia. Dengan menerapkan WOW Experience mereka berhasil membawa Zappos bertahan di jajaran Fortune 100 Best Company to Work For selama beberapa tahun.

Tak hanya itu, Zappos juga dikenal memiliki budaya organisasi yang kuat melalui Zappos 10 Core values

Kesuksesan-kesuksesan tersebut tak lepas dari peran program training yang baik

 

Sejak 2008, Zappos mendirikan ZapposU (lebih dikenal sebagai Zappos Insights) yang merupakan lembaga training madiri milik Zappos.

ZapposU menyediakan materi-materi untuk inhouse training mereka dan memiliki trainer internal, dengan begitu mereka dapat menjaga materi training agar tetap searah dengan core value Zappos itu sendiri.

Melalui Zappos Insight, mereka telah membuat berbagai training mulai dari Program Improv Training, School of WOW untuk Customer Service Training, Culture Camp untuk Anda yang ingin mengikuti training di Zappos, dan event-event lainnya yang ditekankan pada membangun budaya perusahaan yang lebih baik

 

Karena prinsip Zappos adalah: Kesuksesan Datang Dengan Budaya perusahaan

 

Yelp

Yelp sadar bahwa karyawan adalah asset terpenting mereka, beberapa kasus yang dialami oleh banyak perusahaan dimana karyawan terbaiknya “dirampok” oleh perusahaan lain membuat Yelp merasa harus melakukan sesuatu untuk mencegahnya.

 

Yelp mengerti bahwa loyalitas karyawan adalah kombinasi dari beberapa faktr berikut:

  • Budaya Perusahaan
  • Kesempatan Pengembangan epemimpinan
  • Pemeliharaan Keterampilan
  • Keterlibatan Karyawan
  • Peluang Kreatifitas

 

Untuk itu, L&D Yelp yang dipimpin ole James Balagot membuat program-program berikut untuk membuat karyawan Yep loyal

  1. Peluang Pendampingan oleh para eksekutif kepada karyawannya untuk meningkatkan peluang kesuksesan mereka dengan organisasi
  2. Partisipasi Opsional, alih-alih membuat program yang mandatory, mereka justru membuat partisipasi sebagai sesuatu yang opsional, tetapi tetap dengan tujuan yang jelas dimana mereka yang ikut berpartisipasi akan mendapatkan peluang sukses yang lebih besar.
  3. Keikutsertaan Manager: Yelp memperjelas kepada paa manager bahwa L&D adalah salah satu prioritas utama mereka sehingga mereka sangat menyadari program pelatihan dan peluang pengembangan karyawan.
  4. Peluang Harian: peluang L&D terjadi setiap hari sehingga peningkatan menjadi bagian integral dari budaya perusahaan
  5. Survei Reguler: Ketika Yelp ingin tahu apa yang bekerja dan apa yang tidak, perusahaan langsung menuju sumber dan mensurvei karyawan secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan sinyal yang lebih baik tentang bagaimana perasaan karyawan yang sebenarnya dan apakah mereka puas dengan posisi mereka atau tidak.

 

Melalui pendekatan-pendekatan atraktif seperti ini, Yelp mampu meningkatkan keterlibatan karyawan dan membuat mereka puas dan loyal dengan perusahaannya.

 

Kesimpulan

Menyadari bahwa karyawan adalah asset paling berharga bagi perusahaan Anda adalah langkah awal kesuksesan, selanjutnya perlu eksekusi yang tepat dan terukur untuk bagaimana mempertahankan loyalitas dan kepuasan mereka dengan berbagai cara termasuk yang terpenting adalah meningkatkan keterampilan mereka.

Google melalui Googler-to-Googler, Zappos melalui Zappos Insight dengan program unggulan mereka School of Wow dan pendekatan proaktif Yelp adalah contoh yang baik dimana menerapkan program L&D yang tepat akan memberikan dampak yang nyata bagi kesuksesan perusahaan.

 

 

 

 

Sumber:

https://rework.withgoogle.com/guides/learning-development-employee-to-employee/steps/introduction/

http://www.hci.org/lib/googles-g2g-googlers-googlers-program-lesson-community-culture-and-trust

https://elmlearning.com/yelp-uses-ld-stop-employee-poaching/

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *